Ad Code

Nostalgia Bersama Idola dan Teman Lama - 2024.05.26

JKT48 @ Waku-Waku Fest Vol. 3, SMESCO - 20240526

Hari ini adalah hari yang cukup spesial bagiku. Karena dalam satu hari, aku akan bertemu dengan orang-orang tersayang sekaligus, terlebih mereka semua sudah sangat lama tidak kujumpai. Pertama, aku akan bertemu teman-teman SD di pernikahan salah satu teman kami. Kedua, aku aku akan bertemu idolaku, Fiony Alveria setelah sekian puluh purnama tidak bertatap muka.

Kegiatan pertama aku awali dengan datang ke gedung serba guna di dekat rumahku, cukup terkejut karena di lokasi ngunduh mantu ini aku bertemu banyak sekali teman SD dan SMP yang kukenal dan bisa bertemu tanpa janjian.

Hal yang lebih mencengangkan adalah aku bisa berkumpul dengan formasi lengkap bersama teman-teman sebangku saat kelas satu SD. Sebut saja Agung dan Reza, di mana saat kelas 1 SD dulu kami duduk bertiga satu meja di atas kursi yang memanjang. Kamilah 3 pria (jiah pria gak tuh) yang sering berbuat masalah di kelas itu.

Aku memang janjian dengan segelintir teman seperti Yusuf, Niko, dan Agung. Namun begitu di lokasi aku bertemu banyak teman lain seperti Cindy Sonia, Adelia Octa, Karina, Irfan, Reza, dan bahkan beberapa teman orang tuaku aokwokwok, dunia sempit sekali kayak kosan di tengah ibu kota.

Meski teman-temanku tampan dan cantik-cantik, aku bersyukur mereka tidak ada yang jaim dan sepakat mendahulukan makan sebakul dibanding foto-foto imut nirfaedah. Langsung saja kita mengambil prasmanan tanpa beban, dan segera mencari lokasi yang enak untuk menyantap nasi goreng dan sate beberapa tusuk.



Setelah menciptakan pondasi yang kuat (alias makan banyak bgt) akhirnya kami cuz foto bareng bersama kedua pengantin, yaitu teman kita Almunawar dan istrinya, Elfira. Kami buru-buru foto karena antrian foto sudah mengular.


Setelah foto-foto bersama pengantin, kita ngobrol santai dengan teman-teman yang hadir di sana dan mengambil foto selfie. Pertemuan ini cukup singkat karena beberapa dari kita memiliki agenda lain setelahnya. Ada yang kerja di F&B sehingga weekend harus kerja, ada yang pergi ke perkumpuan keluarga, ada yang ngedate, dan tentu saja ada yang ingin bertemu idolanya, yaitu aku sendiri. /plak

Tidak pakai bakbikbuk, aku langsung memesan ojek onlen menuju titik keberangkatan bis, sesampainya di halte ternyata masih ada sisa waktu 10 menit sehingga aku masih sempat sholat dzuhur. Keren juga ini Mushola Citywalk Lippo Cikarang, meski gak ada orang, AC nya tetep nyala full coy. πŸ₯ΆπŸ₯Ά

Event yang kutuju hari ini adalah Waku Waku Festival Vol.3 di SMESCO Indonesia, menaiki bus AO Shuttle Lippo Cikarang, aku tinggal turun di halte komdak atas lalu lanjut naik Transjakarta ke arah Pancoran. Seharusnya semudah ituuu....



Namun sialnya, ketika aku turun di Halte Polda, ternyata halte yang mengarah ke SMESCO sedang renovasi, damn. Akhirnya aku cuma bisa menyebrang dan berjalan beberapa ratusan meter untuk menemukan halte TJ terdekat, tapi sepertinya jauh banget dan akhirnya aku menunggu di Halte bis biasa di pinggir jalan. Alhamdulillah ada seorang bapack bapack yang satu arah. Bapak Ibuuu, Kita Searah 🎢 /plak salah lirik. 



Setelah naik bis trans jakarta arah ragunan, aku terkejut karena satu bis isinya kakek nenek semua. Mungkin anak muda dan orang dewasa hanya hitungan jari saja, termasuk aku dan bapak searah tadi... Tentu saja kami tidak duduk dan hanya berdiri karena semua kursi telah terisi penuh...

Di halte pemberhentian selanjutnya ada beberapa penumpang baru lagi yang masuk ke bis, DAN ITU KAKEK KAKEK semua lagiii... Dari setelannya sih seperti orang tua yang pulang dari gereja.

Sayangnya, kakek-kakek yang baru naik ini tidak bisa mendapatkan kursi prioritas, karena satu bis isinya prioritas semua, hahhaha. /nangis 

Saat bertatapan muka pun aku hanya bisa tersenyum manis sambil berdiri memegangi tiang tengah bis.

Di 4 halte sebelum halte pemberhentianku, aku disamperin seorang mbak-mbak. Dan dia bertanya kepadaku.

"Kak, kakak mau ke event jejepangan yah?"

"I...Iya. Kakaknya juga sama?"

"Iya aku juga sama. Boleh ikut gak kak aku nyari temen jalan barengan ke sana"

"Oh iya, boleh," jawabku.

Mbak-mbak ini membuatku turun satu halte yang agak jauh dari lokasi masuk Waku Waku Fest, tapi gapapa sih akhirnya kita jalan santai dari halte perempatan besar menuju lapangan SMESCO.

Di tengah jalan aku ngobrol lagi sama dia. Dan melakukan wawancara kecil.

"Ke Waku-Waku mau nonton apa kak?"

"JKT48 nih, kakak wota juga?"

"Enggak, aku tau JKT48 doang sih gak terlalu paham tapi," balasku.



"Emang di JKT48 oshinya siapa?" Tanyaku lagi.

"Ayla Gen11"

"Waaah, JKT48 generasinya udah banyak banget ya, aku gak hapal wkwk." (Kalo yang ini beneran gak terlalu hapal gess)

Setelah ngibul tipis-tipis, aku berkenalan dengan dia dan ternyata nama dia Deren. Seharusnya dia datang ke sini bersama temannya, tetapi tiket temannya dijual karena berhalangan hadir.

"Habis event ini aku harus nabung lagi nih buat 2Shot dan M&G"

"Oh ngidol masih ngandelin uang saku ya. Susah tuh pasti, semangat deh. Oh ya, sekarang kuliah semester berapa kakaknya?" Tanyaku kepo.

"Kelas 6 kak aku...."

"Semester 6 ya?"

"Enggak, kelas 6 SD"

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH???" 

**dia ketawa doang sambil heran**

"KELAS 6 ESDEEEE?? Kamu tinggal di mana emang?"

"Tangerang..."

"DARI TANGERANG KE SMESCO SENDIRIIIAAN?"

"Iya kak...."

 



Masih banyak percakapan setelah ini, aku mengobrol dengan dia sambil memegang kepala karena masih tidak percaya. Bagaimana anak 6 SD mengalahkan tinggiku. Kami menukarkan tiket bareng dan sempat foto tangan bersama, buat bukti dan kebersamaan aja wkwk.




Sesampainya ke dalam venue aku berpisah dengan Dek Deren ini, karena aku langsung menemui para wotagrapher di depan panggung seperti Mas Agung, Rohmat, Bang Alwi, Andhi, Rakamazi, Achan, Om Reiri, dll. Selain itu juga aku bertemu puluhan orang yang kukenal lainnya.

Cuaca di SMESCO siang ini sangat panas, tidak ada angin, dan kita harus merogoh kocek lumayan demi mendapatkan air dingin.

Aku merekam beberapa Chika Idol sembari gear check handycam ku apakah sudah proper atau belum. Tidak terasa sudah menunjukkan waktu Sholat Ashar. Aku bergegas ke Mushola di basement SMESCO. Di gerbang sudah ada security dan polisi dan memberitahukan aku bahwa jam 6 sudah tidak boleh ada aktivitas keluar masuk gerbang. Waduh gimana maghribannya ntar nih, batinku.



Oke sesampainya di toilet sebelum sholat, aku bertemu dengan Mas Anjas, buset dah dari sejak OTW RI Fest kita bertemu di toilet terus, apakah ini yang dinamakan, nggak yaaa, skip. Akhirnya kita menuju mushola bareng untuk melaksanakan sholat ashar. AC tidak ada yang nyala, mushola terasa seperti sauna.



Sepulang dari mushola, di perjalanan aku bertemu dengan one and only, ipehhhh... Di tengah teriknya matahari dia tetap bersinar seperti bidadari, kok bisaaaaa!???? Ipeh pun menuju panggung lalu ditemani oleh Mas Agung dan Mas Micha.

Letih nge-fancam idol-idol lokal, akhirnya aku beli air putih seharga 10 rb, iyah 10 rb. menangis

Sesampainya di depan FOH aku dipaksa selfie bareng Ipeh sama Mas Agung, apalah apalahh...


Kini jadwalnya Idol Minerva Land tampil, sebetulnya aku sudah ada rancana mau foto 2shot cheki dengan salah satu membernya, yaitu Vanesa. Namun karena antriannya cukup panjang sedangkan aku harus standby di depan panggung, maka pupus sudah harapanku cheki unyu dengan kapanes panes itu. Untungnya aku tetep memenuhi janjiku untuk fancam-in dirinya saat sedang perform.




Sore hari aku pun mulai terasa lapar dan mulai mengeluarkan makanan yang aku bawa dari rumah, makanan itu adalah KUE PUKIS SAKTI. Kenapa sakti? Karena kue pukis ini lolos dari pemeriksaan sekuriti, heuheu.

Penampakan Kue Pukis Sakti


Kenapa ya kue pukisku gak disita padahal makanan orang lain disita satpam semua? Mungkin karena teksturnya terlihat seperti mainan squishy dan tidak mengandung logam juga sehingga bisa lolos metal detector. Atau jangan-jangan pukis ini memang mengandung magis, entahlah.

Sore ini ada kejadian absrud di mana tasku ketuker sama tas Coro Bayu, dia hampir saja menggondol tasku balik. Ada ada saja orang pusing, wkwk. Di waktu menjelang maghrib aku juga menyapa beberapa pemain lama fandom seperti Mas Pitra, Caesario, dll.
 

Setelah melewati waktu Maghrib, aku ditinggal Mas Micha dan Ipeh pergi jajan keliling bazaar. Pulang-pulang dari jajan, aku diberi sebuah Onigiri oleh Mas Micha... Kurang lebih beliau menawarkannya gini.

Micha: Mas, loe udah makan??

Hanip: Udah kok barusan, pake pukis…

Micha: Yaelah pukis, nih *menyodorkan onigiri  

Hanip: Gausah gapapa…

Micha: Udeeeeh, ambiiil..

*TARAAAA, makasih orang baik >__<




Sekitar jam 7 malam kami menyaksikan pertunjukan idol dari Twenty Nine Teens, lagu mereka bagus-bagus banget dan enak didengar. Sedih karena belum pernah foto cheki bersama member-membernya karena banyak faktor, huhu.


Setelah TNT dan pertandingan Taken, tibalah saatnya sang bintang utama untuk naik ke atas panggung. Siapa lagi kalau bukan JKT48!!!

Jujur ini pertama kalinya aku melihat wajah Fiony Alveria Tantri lagi setelah terakhir bertemu di awal tahun 2020 sebelum pandemi corona menyelimuti Indonesia.



Aku sendiri berdiri di depan foh yang jaraknya ujung-ujung ke ujung menuju panggung. Tentu saja Fiony tidak akan melihatku yang mungil ini. Namun aku bahagia bisa melihat senyuman cerianya dari preview layar handycam ku.



Akh, ternyata aura Fiony sudah banyak berubah. Ia jauh lebih bisa menguasai panggung, ekspresi yang makin kaya, dan juga sering melakukan improvisasi di atas panggung.

Pertunjukan JKT48 dihiasi oleh banyak lightstick dan juga giant flag di sisi kanan kiri penonton.

Sensasi yang telah lama sekali tidak aku rasakan dan kini aku menajalaninya kembali.

Hari ini JKT48 membawakan beberapa lagu, tapi hampir setiap lagu aku lebih banyak menyoroh Fiony sebagai fokusnya. Entah ini yang dinamakan dengan dendam atau rindu karena sudah terlalu lama tidak bertemu, wkwk.

Banyak juga wajah-wajah baru yang pergi ke acara membawa lightstick bergambar Fiony, atau kalo gak salah namanya PioBong (?) wkwk. Lucu-lucu dan semanagat banget mereka. Sayang mereka ada jauh di tengah sehingga aku hanya melihat mereka diwaro Fiony dari belakang tanpa bisa menyapa.

Lighting panggung bisa dibilang agak kurang, sehingga untuk beberapa momen kameraku sempat drop FPS dan lag. Di sebelahku juga ada Mas Fadil yang fancam menggunakan Samsung S24 Ultra andalannya. Serem juga ternyata zoom nya boss. 😭🀌

Aku juga ketar-ketir karena ternyata JKT48 tampil hampir sejam, di mana aku sedang kejar-kejaran waktu dengan jadwal bis keberangkatan terakhir di jam 21.45 malam.

Setelah member selesai turun panggung, sepersekian detik aku langsung merapihkan kursi, tripod, dan pamitan dengan rekan-rekan yang ada.

Aku sudah mengorder grab memang sejak member jkt48 mengajak foto bersama sebelum bubaran. Namun pada kenyataannya mencari grab di tengah ribuan orang di pinggir jalan repot juga ya, huhu. Mana ini tinggal 20 menit lagi bis sampe ke halte semanggi.

Akhirnya aku bertemu dengan motor sang driver, aku memintanya ngebut tapi abangnya gak berani ngebut. Yaiya sih, risiko juga buat driver kalo bawa penumpang dengan kecepatan di atas ketentuan.

Akhirnya aku pasrah, sepertinya kalau aku ketinggalan bis aku akan memesan grab car atau menggembel saja entah di mana. Sebab Bus AO Shuttle terkenal dengan sangat on time dan sistem tiket hangusnya.



Ternyata aku mendarat di halte polda tepat pukul 21.40 WIB, aku langsung berlari dengan gaya naruto dan full tenaga. Aku berlari dengan kursi, tripod, dan kamera posisinya masih ku genggam ke tangan, belum masuk ke tas wkwk. hu ha. Kalo penasaran segimana hebohnya videonya bakal aku drop di bawah ya. (kalo sempet)

Setelah sprint aku bertemu dengan dua orang bapak-bapak Batak yang sedang nongkrong di halte Semanggi, aku tanyalah apakah mereka sedang menunggu Bis AO. Ternyata jawaban mereka IYA!!!

Legalah aku di sana karena berarti bus AO belum lewat dan aku pun belum terlambat. Tidak sampai 5 menit aku berdiri di halte kemudian bis itu sampai, huhu gilak, jika telat dikit saja, maka dalam sekejap aku bisa menjadi gelandangan dengan handycam di tangan.

Segera aku naik ke dalam bis terakhir dan mencari nomor kursi sesuai yang aku pesan sehari sebelumnya.

Kursiku berada di dekat jendela, tapi ternyata sudah ada seorang ibu-ibu berwajah asia timur sedang duduk di pinggir sambil menelpon dengan bahasa korea. Meski ibu itu menghalangi jalanku, aku cukup bersabar menunggunya selesai menelpon sembari aku juga memasukkan kamera dan barang ke dalam tas.

Ibu itu berbicara dengan bahasa korea dengan sangat cepat di telepon. Karena aku gak tau bahasa koreanya “Permisi” jadi aku pake bahasa Inggris aja…

“Sorry, excuse me…”
Lantas si ibu membalas “Sok… Sok wae!!!

Bjir, ibuknya bisa bahasa sunda gesss 😭🀌

Muka yang kupikir oriental ini jangan-jangan si ibu orang sukabumi yang menikah dengan CEO asal Korsel. Ya memang sih di sini banyak ekspat, cuma tetep lucu aja wkwk.

Lantas aku masuk ke kursi pojok jendela bis, dan mulai membuka camcorder handycam ku untuk melihat hasil fancam acara hari ini.

Baru saja sampai di bis tiba-tiba Cepio ngetwit menanyakan keadaan aku (pede level kabupaten) alias dia nanya lagi ngapain, oh ya tentu saja pantatku baru saja menempel di kursi bis patas ini.

Tidak terasa aku sudah sampai ke halte bus tujuan dan lanjut menuju ke rumah menaiki motor abang grab. Dah ya certianya sampe sini aja dulu karena aku harus lanjut sortir footage video fancam.

Intinya hari ini sangat berkesan karena bisa melihat senyuman orang-orang yang cukup lama tidak kulihat. Ternyata cahaya di mata orang-orang yang kucinta tetap sama.

Sampai jumpa di blog perjalananku selanjutnyaa. ^^




Bonus foto-foto di acara Waku Waku Festival Vol. 3 (Dibuang Sayang)


 
 


 





Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu